Arsip untuk Januari, 2007

31
Jan
07

The Da Peci Code

{semalem cuntuk belajar scripting, eksperimen berhasil. Hasil dicairin di artikel. Nyoba kirim ke tujuan, siapa tau dipublish}

The Da peci Code
The Da Peci Code / Ben Sohib
penyunting, Mehdy Zidane
Cet.4
Jakarta, RAHAT books, 2006
326 hlm.; 17 cm

Bukunya lumayan kocak. Ga bikin ngakak sih, tapi bisa bikin senyum. Tokoh utamanya Rosid bin Mansur Bin Salim Bin Al-Gibran. Rosid yang berjiwa revolusioner (ini yang bikin gua ga salah beli), berniat manjangin rambutnya yang kribo (bukan manjangin ding, kribo) yah, disitulah awal permasalahan keberadaan Rosid di tengah keluarganya.
Sang bapa, Mansur bin Salim bin Al-Gibran ga seneng rambut Rosid yang kribo. Bukan apa-apa, marga Al-Gibran itu setiap tahun mengadakan acara kumpul keluarga, dan semuanya tuh harus make peci putih. Ngeliat rambut Rosid yang kribo, bapanya malu. Ga mungkin dia ngajak Rosid ke acara kumpul ribuan keluarga Al-Gibran itu tanpa peci. Kalo make peci, tuh peci ada jauh diatas kepala rosid. La wong rambutya kribo!!
Berbagai cara udah dikerahin supaya Rosid mau motong rambutnya. Tapi Rosid keukeuh buat manjangin rambutnya yang kaya gulali. Rosid mulai mempertanyakn keberadaan peci di atas kepala. Dari berdiskusi sama Delia[pacarnya yang lain agama], rosid sadar kalo peci tuh dipake sama 3 agama besar; yahudi, islam, dan katolik. Sebuah pertanya muncul dari benak Rosid; bagaimana awal mulanya sebuah peci di jadikan simbol agama oleh ketiga agam besar tersebut?
Sementara sang Abah nyerah dengan cara persuasif. Dengan saran temennya, Mansur bin Salim bin Al-Gibran datang ke orang pinter, gagal! ngebawa Rosid ke Ustadz muda berwibawa juga gagal, malah si Ustadz di ajak adu omong (dengan pengetahuan dari ahli sejarah).
Kejadian-kejadian tak terduga mulai berdatangan. Dari diusir dari rumah sama sang Babeh, sampe akhinya berujung pada di demonya rumah tempat kumpul kumpul Rosid sama temen-temennya diskusi di demo sama organisasi RADIKAL (Remaja Didikan Allah) yang berkoalisi sama oraganisasi FORMALIN (Forum Masyarakat Anti Ajaran Lain) karna dituduh tempat itu sebagai tempat tempat ajaran sesat.
Sayangnya, di akhir cerita Rosid memutuskan untuk motong rambutnya, dan akhir yang paling menyedihkan adalah berakhirnya hubungan Rosid dengn Delia karna perbedaan agama.

(gua suka banget sama dialog ketika Rosid sama Delia debat soal hubungan lain agama yang berujung pada berakhirnya hubungan mereka)
….
Delia :
karena iman kita berbeda, maka kita harus mengakhiri hubungan ini. itukan yang kamu mau bilang?

Rosid :
Kita harus realistis, Del.

Delia :
Apa kamu pikir cinta itu ga realistis?

Rosid :
Del, aku kasian sama kamu. jika kita meneruskan hubungan kita, mungkin kamu harus berpisah dengan orang tuamu. Apa kamu juga ga merasa kasihan sama mereka?

Delia :
Dengan mengorbankan cinta kita?

Rosid
Pagi tadi aku dinasihati …. agar memutuskan hubungan ini karena alasan perbedaan kita. Tapi demi Tuhan, aku abaikan semua nasihat itu. Aku sanggup berkorban apapun demi cinta, karena aku seorang lelaki. Tapi apakah kamu sanggup?

Delia:
Apakah berkorban demi cinta itu juga berarti aku harus mengikuti apa yang kamu ikuti, meyakini apa yang kamu yakini, dan membenarkan apa yang kamu benarkan?

Rosid;
Iya. Karena aku menginginkan kesempurnaan. Apa kamu pikir itu bisa di dapat dari perbedaan? coba, aku ingin jawabannmu dengan jujur.

Delia:
Bisa aja. Bukankah lelaki dan perempuan itu berbeda? toh mereka bsa bersatu dalam cinta?

Rosid:
Del, kamu terlalu pragmatis. Kamu nggak ngerti bahwa sesungguhnya lelaki dan perempuan itu satu.

Delia:
Aku ga ngerti apa maksudmu, Sid?

Rosid:
……… (panjang banget) Mendekatnya Adam kepada Hawa adalah untuk mencari bagian dirinya yang hilang, yaitu tukang rusuknya yang diambil untuk menciptakan Hawa. Sementara mendekatnya Hawa kepada Adam tidak lain hanyalah ingin kembali menuju tempat dirinya berasal. Berarti mereka berdua itu sesungguhnya satu>

Delia:
Kalau begitu, agama kita yang berbeda sesungguhnya satu, sama sama menyembah Tuhan yang satu, sama sama ingin mencari kesempurnaan. Lalu kenapa kita nga bisa bersatudalam cinta?

Rosid:
Bisa. Tapi masalahnya, ketika kita harus meleburkan perbedaan itu, dan mengorbankan salah satunya. Apakah kamu mau mengorbankan keyakinannmu demi cinta kita?

(delia terdiam)
…………..

Delia:
Kamu begitu berani mendobrak tradisi peci. Aku pikir kamu seorang revolusioner sejati, tapi kamu ternyata kmu seorang yang konservatif!!

——————
(di dialog itu gua lebih bersimpati sama Delia)

29
Jan
07

Gathering milis Jasakom

Kemarin (minggu 28 jan 07) ngadirin Gathering milis Jasakom di MP Book Point. Berangkat jam 7-an pagi (padahal gua belum tidur lo!!) nyampe ke sana jam setengah sepuluhan!. Lucunya, pas berangkat menuju ke gathering itu, di halte busway kali deres, pas gua mau masuk tuh halte, ada banner elektronik yang bertuliskan (gua ga tau awalannya apa, karna tulisannya ngerolling) “…sekitar 75%-nya adalah pengguna ganja”!! an**ng, dalam hati gua teriak; Ya, dan gua ada di 75% itu!. Awalan yang “membanggakan”, Jelas banget lagi tuh banner, tepat di tengah pandang gua!!.
Kembali ke….? Acara. Yang datang lumayan rame, ada sekitar 30-an orang plus moderatornya. S’to (yang nulis buku Seni Internet Hacking, Fedora Core4, Seni Tekhnik Hacking 1 dan 2 –baru aja dirilis, dan acara kemarin sekaligus sebagai lauchingnya) terus juga ada Mas Herianto Ruslim .CEH (Certified Ethical Hacker), ada Tom (hacker papan atas), ada Ki_lurah (hacker papan atas juga), dan yang paling mengejutkan adalah…..(suara drum) hadir nya Mas Dani Firmasyah alias xnuxer yang ngejebol situs KPU pas pemilu kemarin (itu lo, kalo sering denger berita. Pasti pernah denger berita tentang nama-nama partai yang dirubah jadi nama lucu pas perhitungan suara di pemilu 2004 lalu. Kalo belum denger baca aja disini). Dan Mas Dani sempet nyeritain pengalamannya pas lagi diperiksa sama penyidik dari polda. Apa yang mas Dani bilang? “Mereka (para penyidik) tidak mencari dimana kesalahan saya, tapi mereka memaksa saya agar saya berkata bahwa saya memang salah”. Mas Dani menyesalkan karna para penyidik yang menyidik kasusnya bukan orang-orang expert di dunia keamanan komputer, sedangkan kasusnya adalah kasus keamanan komputer kelas tinggi (buat gua). Gila ga tuh, nge-hack sampe masuk bui! Seneng juga sih, bisa gabung sama senior-senior di bidang keamanan komputer.
Acaranya ga terlampau ngasikin, tapi asik (bingung kan lo). Sayangnya gua datang sendiri, jadi lebih banyak bengongnya. Maklum masih pemula, jadi ga banyak yang bisa gua obrolin. Untungnya diadain di toko buku, jadi pas waktu bebas gua lebih banyak di dalem toko, baca-baca yang aneh. Ya… tapi mudah-mudahan aja dengan bergaul dengan para senior bisa jadi kut senior juga (amin….). Segmen yang paling gua seneng pas di bagian demo hacking dengan tekhnik Man in the Middle. Salah satu tekhnik hacking untuk mencuri password dan username (atau info apapun) dari satu komputer yang terhubung dalam satu jaringan. Jadi ati ati aja buat yang make komputer yang terhubung ke jaringan (khususnya komputer kantor dan warnet) karna bisa aja ada atau bahkan malah teman anda sendiri yang mencurinya (tentunya teman yang sudah mengusasi tekhnik ini). Bahaya banget kan, iya kalo masih dalam taraf akun e-mail ataupun FS, tapi kalo yang dicuri nya adalah akun internet banking! Bisa abis tuh saldo!.
Makanya S’to punya niat yang sangat tulus sekali dari didirikannya milis dan situs jasakom, yakni untuk mempublikasikan semua tentang keamanan komputer. Jadi alusnya bukan untuk ngajarin orang gimana caranya hacking(walapun dijelaskan step by step mengenai hacking tersebut), tapi lebih ke gimana caranya supaya tidak menjadi korban! Sungguh niatan yang tulus.
Dari gathering itu gua banyak dapet ilmu. Biarpun ga banyak yang bisa gua pahamin, karna yang diomonginnya adalah untuk kelas menengah dan tentunya expert! Tapi secara langsung ataupun tidak, gathering itu udah ngegedein niat gua untuk bersungguh sungguh di bidang keamanan komputer.

* Karna acaranya diadain di toko buku (pas ada bazzar pula), gua nyempetin beli oleh oleh buat rak buku gua. Buku yang cover dan judulnya cukup nyentrik “The da Peci Code”.

The Da peci Code

gua kira best seller, ga taunya “kemungkinan best seller”. ada-ada aja!

27
Jan
07

FREE ALL CANNABIS PRISONERS

Free All Cannabis Prisoiners

Nyasar ke sana, nemuin pic yang passsssss banget. “Free All Cannabis Prisoners”, ngerasa terwakili dan dibelaaaaaa banget gua disini. Mungkin karna di negeri itu orang-orang nya lebih terbuka pikirannya, makanya ga susah untuk bikin komunitas dan pergerakan. Beda banget sama disini, untuk bikin pergerakan kaya gitu masih diragukan banget.
Di sana, ada artikel yang judulnya “‘New Deal for Cannabis”:

1. The complete, total lifting of prohibition to allow freedom for the growing, licensed sale and social or medical use of cannabis in Britain.

2. Quality controls & Health & Safety Regulations as with any other product to protect consumers.

3. Distribution through licensed premises and non-profit cannabis buyers co-operatives & clubs.

4. An immediate release of all cannabis prisoners and clearing of all cannabis criminal records.

(Buat yang faseh bahasa Inggris, tolong dong terjemahin…. bahasa inggris saya cuma nilai 2 dari yang tertinggi 10000).

Apapun artinya, gua tetap ngerasa terwakili. Kalo disini ada pergerakan kaya gitu, gua pastiin kalo gua ada di garis terdepan. Kalo berhasil kan bisa damai dengan tenang tuh. Ga kaya sekarang, kadang kadang parno, kalo lagi nongkrong pingin nge-baks harus cari tempat sepi dan dipastikan safety dari keparat bersenjata lengkap. Damai yang harus gua terima terpaksa cemar sama keparnoan ga jelas. Padahal ganja adalah satu-satunya narkotik yang ga pernah terbukti menyebabkan kecanduan dan tidak pernah ada kasus orang meninggal karna ganja (selengkap nya baca disini…) tapi kenapa dilarang yah..?.

(Perjuangan harus ada. Demi terciptanya kedamaian murni ala pribadi).

Get up stand up
Stand up for your right
Get up stand up
Dont give up the fight

(Bob Marley “Get Up Stand Up”)

26
Jan
07

Kungpaw Chicken

…..
Dasar payah
Sindirlah semua yang kau benci
Tentunya dengan kata-katamu sendiri
Jangan hanya berdiam diri
Berdiam diri seperti sapi
Tak pernah menyikapi
Segeralah kau atasi
Sebelum kau mendadak mati
Jika pernah merasakan sakit hati
Rasanya seperti tertusuk duri
Sekalipun temanmu sendiri
Karna kau tak pernah tau kalau kau dicurangi oleh temanmu sendiri
……..
(-Ini Lagu Pembelaan- Kungpaw Chicken)

Pernah denger lagu itu? Tajem kan, itulah kenapa gua suka sama hip-hop sama rap (RnB ngga!). Liriknya itu lo. Tajem-tajem, walaupun pertama kali denger lagu kungpaw Chicken yang judulnya “Lagu Gituan” sama “Alit Da Baong” gua mikir nih band gila juga, semua lagunya tuh gua piker berbau seks, coba deh analisa sepenggal lirik dari lagu “Lagu Gituan” punya kungpaw chicken juga.
…..
Udah ga kuat nahan pengen gitu-gituan
Ayo cepet masukin, tapi pake pengaman
Semenjak dulu hingga sekarang ini udah banyak kerjaan yang pernah kualami
Dari cleaning service, jadi waitres, jadi kenek, jadi brengsek karna dari kecil udah mengenal seks
Sungguh terdidik dari bacaan bacaan yang vulgar
Dari lipstick dan eksotika sambil ngumpet di kamar
ortu sempet negor karna bicara ku kotor
gara gara kubertanya “pa, apakah itu vibrator?”
(jump)
Senengnya kalo udah main ke tempat kos-kosan
Tempat yang cocok kalo kamu mau gituan
Kalo balik dugem mau check in kemahalan
Karna lagi mabok lupa pake pengaman
Kalo mau gituan harus pemanasan
Sambil berciuman raba kiri raba kanan “eh iya, yah. ko yang kiri dan yang kanan itu berbeda”
Aku pun semakin gila, horny sampe ke ubun ubun kepala.
…..
(-Lagu Gituan- Kungpaw Chicken)

Vulgar banget kan,. Terkesan ngajarin malah. Belum lagi kalo denger “Alit da Baong”, yang masih kecil udah bisa ejakulasi dini. Kayanya nih band Cuma ngomongin selangkangan doang. Tapi pikiran itu berubah setelah gua dapet satu album-nya lengkap Dan setelah gua denger “Ini Pembelaan”-nya, gua acungin seribu jempol buat Kungpaw Chicken.

….
Mungkin ada teman-teman yang menyikapi lagu ku ini
Mungkin ada teman-teman yang merasa tersindir dengan lagu ku ini
Mungkin ada teman-teman yang terhina dengan lagu ku ini
Mungkin ada teman-teman yang merasa dirugikan dengan lagu ku ini
Persetan dengan kalian! Ini bukan lagu tema bulanan
Kau pikir gampang hidup dengan satu tekanan
Ini bukan satu misi radio atau propaganda komersil audio
Tapi ini suatu ungkapan
Yang merasa ingin nyaman, tolonglah dengarkan
Memang benar isi semua lagu di album ini berbau seks
Bima, Sempen, adi dan dj adalah orang yang brengsek
Tetapi kamu tidak pernah menyadari
Pedidikan orang tua bacaan dan televisi semuanya telah ditelanjangi
But why man say, sex is good, sex is funny
Many people fuckem money, fuckem self for fuckem money
Ku tetap memaki sambil kubernyanyi
Lirik semakin parah ku takkan menyerah!
…..
(-Ini Pembelaan- Kungpaw Chicken)

Setelah gua denger bait itu, langsung gua tetepin kalo Kungpaw Chicken adalah bukan band kacangan. Mereka (kungpaw Chicken), bener bener nyeritain apa yang mereka alami, dan mereka liat tanpa mikirin sisi komersial. Liriknya berkualitas dan ga ada kesan asal-asalan. Semua itu dituangin dalam irama hip-hop. Satu irama yang lahir di jalanan, efek samping dari sistem apartheid yang dulu berkuasa di belahan Eropa.

24
Jan
07

Bencong, Luh!!

“Bencong luh!” ga jarang sindiran kaya begitu kita terima. Dan beberapa orang mungkin marah kalo kena omongan kaya begitu. Gua pribadi aja, agak tersinggung kalo ada temen gua yang ngecengin gua dengan kata-kata bencong.
Masih banget gua inget, taun kemaren pas festival film pendek KONFIDEN 2006, gua sempet nonton film pendek yang judulnya “Renita… renita”, documenter yang nyeritain kehidupan seorang waria dari pulau sumatera. Dari awal dia sadar, kalo dia itu berjiwa perempuan tapi berfisik laki-laki. Akhirnya dia mutusin untuk cabut dari rumah, karna dia tau keluarganya ga bakal ada yang setuju dengan kepribadiannya itu
Cabut dari rumah, kenal sama teman-teman yang sejiwa. Karna butuh makan dia terpaksa melacur. Mana ada lowongan kerja yang nerima waria, begitu pikir dia (dan emang kenyataan). Mulai masuk dunia pelacuran. Dunia hitam.
Karna ga tahan diperas terus sama sang germo yang juga waria. Dimintain duit iya, di “pake” juga iya. Akhirnya dia putusin tuk merantau ke Jakarta. Sampe Jakarta dia melacur di kawasan Taman Lawang. Ternyata ga gampang untuk “masuk” ke Taman lawang. Dia harus dipukulin dulu sama senior-senior, harus nyetor juga sama senior-senior. Dan sekarang dia udah termasuk senior.
Walaupun sekarang dia udah jadi senior di Taman Lawang, dia udah berenti melacur karna dia udah dapet gawean di salon kecantikan. Dia cerita tentang pengalaman selama melacur. Abis di”pake” ngga dibayar dia sering nerima. Dapet perlakuan yang semena-mena dari pelanggan, dia juga sering. Bahkan sampe ada pelanggan yang nusuk dia make piso terus ditinggalin di kawasan puncak tanpa dibayar pula, dia pernah. Wuih! Perjuangan yang berat bukan?. Dan sangat miris sekali.
Dia ngeluh. Kenapa banyak kerjaan yang ngga nerima waria sebagai pekerjanya. Padahal dia dan teman-temanya banyak yang berpendidikan. Bahkan ga sedikit waria yang punya ijasah S1 asli(ga kaya pejabat KAPITALIS!) tapi terpaksa melacur! Sarjana Strata 1, tapi melacur. Ironis banget kan. Dan itu kenyataan.
Di film itu, si Renita bilang., dalam hati yang paling dalam dia sebetulnya ngga mau jadi bencong. Tapi mau gimana lagi, jiwanya udah jiwa perempuan tapi fisiknya laki-laki. Dan itu ngga bisa dia bantah. Mau ga mau dia terusin jati dirinya yang nyeleneh itu. Betapa realis-nya si Renita itu.
Lepas dari itu, siapa sih yang mau jual harga dirinya? Itu Cuma buat para individu yang ngga punya skill tapi ngga mau hidup susah. Sedangkan para waria pinter terpaksa melacur demi hidup. Seandainya para waria itu di kasih kerjaan formal ataupun non-formal, gua yakin mereka bakalan milih kerjaan-kerjaan itu daripada melacur (lubang pantat pula yang dijual!), walaupun penghasilannya ga sebesar dengan melacur.
Anehya, ga semua waria yang melacur itu waria betulan. Ga lama setelah gua nonton film “Renita..renita”, iseng, gua nginvestigasi ke tempat pelacuran yang rata-rata pelacurnya waria, yang ada di daerah gua (kawasan veteran, Tangerang). Gua ngobrol (sumpah Cuma ngobro!)sama waria, yang ternyata aslinya bukan waria. Untuk pagi hari sampe menjelang malam dia cowo tulen. Sedangkan kalo malam dia berubah menjadi waria untuk cari uang. Ironis!
Berbekal roko sebungkus, gua berhasil ngobrol sama si waria yang bukan waria itu. Si waria yang bukan waria nganggep gua wartawan. Terus dia cerita (suaranya udah berubah jadi suara cowo lagi), dia terpaksa melacur, jualan lubang pantat demi sesuap nasi. Ga ada kerjaan lagi katanya. Dengan tegas gua nentang statement dia. Kenapa harus melacur bang, gua bilang ke dia. Dia ngga bisa ngejawab dan Cuma bisa diem. Ga lama setelah gua nembak dengan pertanyaan itu, dia pergi tanpa pamit. Entah dapet pelanggan atau menyesali kuputusannya yang salah menurut gua!
Masalah kehidupan di bumi ini ternyata kompleks banget yah.

* Pekerjakan para waria sesuai dengan skill dan kemampuannya
* Stop meng-intimidasi, mengucilkan dan me-marjinal-kan kaum waria
* Fot the goverment : kasih para waria skill yang bisa menunjang hidupnya

23
Jan
07

Reality Show dengan Kapitalisme

Ada yang nonton reality show “Backstreet” episode hari ini? Gua berani tangung jawab kalo semua itu adalah penipuan!Itu lo, yang pelapornya namanya Putri itu gua kenal banget! Teramat kenal malah. Dan gua pastiin semua yang ada di tayangan itu adalah bohong! Bapa nya si Putri yang disitu adalah TNI adalah bohong! Rumah si Putri di acara itu adalah bohong! Pacarnya si Putri di acara itu adalah bohong!. Gua kenal banget sama si Putri itu, dan begitu gua nonton acaranya, gua langsung ngubungin si Putri itu. Dan tau apa yang dia bilang,“Ah lo, emang dari dulu banyak reality show yang onscript. Asal tau aja ya, acara reality show yang ada di SCTV itu hampir semuanya onscript. Lagian sekaran kan lagi banyak program reality show baru di SCTV, dan itu semua adalah BOHONG ! lagian gua juga dibayar ko, gua ga pernah ngelapor sih. Pokoknya, tau-tau datang ajakan syuting, gua pikir sinetron. Eh ga taunya reality show. Gua terima aja.â€?cuma itu konfirmasi dari dia.
Oke lepas dari itu semua, emang dari dulu tuh gua sadar kalo banyak tayangan reality show yang ga real. Tapi kali ini gua punya bukti kuatnya. Kalo setiap reality show adalah bohong, bukankah itu bisa disebut sebagai pembohongan public, dan gua rasa juga bisa dijerat dengan pasal 378 tentang penipuan. Tapi siapa yang berani nuntutnya yah? Gua mana bisa, ga ada background tentang hukum gitu lo (dihukum malah gua pernah).
Dimana tanggung jawab moral sang pemilik acara? Apa sang produser, sutradara, dan tentunya SCTV punya rasa gimana gitu karna udah ngeobohongin public. Apa sebegitu buruknya cara orang nyari uang. Bikin yang ga nyata terus dipromosiin sebagai kenyataan. Bangsat! Untungnya gua bukan penikmat acara acara reality show cabul yang selalu mengganggu privasi. Tapi mereka yang sudah menjadi maniak reality show (gua prediksi berkisar di usia 11 – 17 tahun, dan sebagian besar adalah perempuan) Cuma dikasih kebohongan. Tobatlah kalian hey para maniak relity show Indonesia.
Apa emang di dunia broadcast diajarin untuk sedikit menipu public. Kalo iya…… hancur sudah bangsa ini. Ya jelas hancur, dunia broadcast itu kan dunia penyiaran. Dan penyiaran adalah sesuatu yang menyangkut orang banyak. Itu berarti lembaga penyiaran memperbolehkan orang-orangnya untuk membohongi public. Dan itu sangat berpengaruh dengan informasi yang kita terima.
Puh… gua sadar kao dunia perteleviasian Indonesia sangatlah tidak sehat. Terlalu banyak acara cabul dan ga bermutu. Tapi apa harus begini terus? Kita orang Indonesia harus menikmati tayangan-tayangan ga bermutu, yang lama lama akan membuat kita jadi ga bermutu juga. Oke lah, selera pasar mintanya selalu yang norak-norak (mungkin itu pembelaan dari para pelaku). Jujur, gua akuin kalo selera pasar pertelevisian di Indonesia sangatlah rendah. Mungkin itu disebabkan latar belakang pendidikan dan lingkungan. Yang laku adalah tayangan-tayangan cabul dan ngga mendidik. Sinetronnya apalagi! Sangatlah tidak mendidik dan sama sekali ga masuk diakal, tapi ko banyak yang suka yach? Makanya di setiap sinetron selalu banyak iklannya.
Ah.. televisi. Dimana peran lembaga penyiaran untuk semua program program yang ada sekarang? Acara-acara di tv sekarang terlalu banyak yang keluar jalur. Apa emang dari sisi SDM-nya Cuma buat nyari uang, jadi bener ga bener asal laku, JUAL! Masa sih ga ada insane pertelevisian yang benar sekaligus baik hati untuk tidak membuat program ga bermutu. Emang sih ga semua insane pertelevisian bikin acara-acara cabul. Tapi itu ga banyak. Setiap kali ada si insane tv yang baik itu bikin acara bagus dan bermutu, jarang banget yang nontonnya, dan tentunya ga banyak dapet iklan, itu berpegaruh pada umur si acara itu sendiri. Sekalipun acara bermutu itu sukses, diminati banyak orang dan dapet banyak sponsor (iklan), tapi di akhirnya acara itu berubah menjadi tayangan jelek dan maksain karna pengaruh sponsor (iklan). Acara bagus itu dicemari oleh pihak sponsor. Iya kalo sang produser dan stradaranya idealis dan ga bisa diatur-atur. Kalo ngga? Terpaksa tayangan itu habis dengan predikat acara maksain!.
Pengaruh komersialisasi. Jelas banget kalo ada pengaruh komersialisasi di dunia TV. Dan komersialisasi adalah point vital di dunia broadcast. Ujungnya adalah uang, produk kapitalisme.
Keciri sekali kalo kapitalisme bisa merusak moral. Gua ga munafik, kalo ke –KAPITAL – an itu dibutuhin, tapi kalo udah jadi ke –KAPITALISME –an gua nentang, Orang yang secara tidak sadar menganut paham kapitalisme, akan merubah pribadinya hanya untuk uang. Ga sedikit perempuan atau laki-laki (gigolo) yang terpaksa melacur demi kebutuhan hidup dia dan keluarganya (ada pengaruh ke –kapital –an dalam hidup mereka) dan gua sangat bersimpati sekali dengan orang macam itu. Mereka butuh makan, dan makan butuh uang. Ga ada kerjaan lain sekaligus ga punya skill yang bisa dijual, terpaksa mereka melacur, jual pantat dan selangkangan. Tapi ada yang melacur (lelaki – perempuan) demi hasratnya menjadi kaya dan tidak mau susah. Dari niatnya mau kaya, gua analisa ada factor ke – KAPITALISME – an dalam hidup mereka. Mereka pingin kaya, tapi ga punya skill yang bisa dijual selain mendesah. Karna otak nya bego, demi kekayaan yang diimpikan. Mereka jual pantat dan selangkangan.
Oke tinggalin dunia pelacuran. Sekarang kita liat di dunia pemerintahan. (semoga)Ada orang yang mau jadi anggota DPR karna ingin merperjuangkan nasib rakyat tertindas karna nuraninya. Tanpa ijasah palsu, tanpa money politics dan tanpa manipulasi apapun. Tapi sayangnya, lebih banyak lebih banyak pejabat pemerintahan yang mau memperjuangkan rakyat kecil yang tertindas karna tiraninya dan terobesesi jadi kaya dengan kekuasan yang belimpah. Dan akhirnya itu berpengaruh pada kinerja pejabat tersebut. Rakyat terabaikan, yang diurus Cuma tender-tender menguntungkan, korupsi, selingkuh, manipulasi dan banyak lagi yang bisa merugikan Negara dan bangsa ini. Sekali lagi jelas kan, kalo KAPITALISME itu sangatlah tidak menjanjikan untuk masa depan bersama.
Ups…. Ko dari reality show ujungnya jadi KAPITALISME? Mungkin secara langsung ataupun tidak, itu semua berhubungan. Kalo sang produser tidak menganut paham KAPITALISME (sadar ataupun tidak), gua yakin acara reality show yang ga real ga akan ada. dan kalo emang mau bikin yang bohong, tolong jangan disebut sebagai reality show.

* Stop penipuan publik
* Hancukan kapitalisme
* Hancurkan sistem di negara kapitalis(terutama U.S.A)
* Harus ada lembaga yang memonitor siaran televisi
* SDM dunia pertelevisian harus ditingkatkan lagi potensinya, jangan Cuma bisa bikin acara maksa atau malah Cuma bisa copy paste serial dari negeri orang doang.!

Nb: Di paragraph pelacuran, gua sebetulnya pingin ngomongin tentang bencong atau waria. Tapi nanti aja, kana gua rasa bakalan panjang. Mungkin di postingan berikutnya gua mau ngomongin tentang perjuangan hidup seorang bencong.

23
Jan
07

Berjuang Demi Masa Depan

(judul diatas gua kutip dari coretan tembok kamar kontrakan salah satu temen gua yang udah merantau di tempat ini hampir selama 2 tahun. Perjuangan terus dia jalanin dari bis-ke bis, bersenjatakan gitar kopong yang suaranya garing banget)
Kemarin malem abis nyebar pamflet. Sekitar jam 12-an malem lah. Apesnya.. sisa dari yang belum ditempel tuh jatoh ke got. Lumayan banyak sih, adalah sekitar 50 lembaran dari jumlah awal 100 lembar. Apes emang. Mungkin ini halangan pertama, tapi gua harus tetep maju terus. Usaha harus jalan! Itu tekad gua.
Semua sudah diawali. Dan moga-moga aja ga sia-sia. Kalo ga usaha, kapan mau megang uangnya. Kebutuhan hidup sih emang ga gede gede banget. Apa sih yang dibutuhin sama pemuda lajang berumur 20 tahun dan ga punya pacar lagi. Apa yang dibutuhin? Soal makan, masih ada ko yang ngumpanin –tanpa minta balesan pula. Bukan soal makan yang gua dikhawatirin, tapi kebutuhan hidup untuk menciptakan jati diri dan kehidupan yang sesuai konsep pribadi. Internet, film, musik, teknologi, mengembara dan yang paling penting adalah ganja!.
Untuk saat ini, ada-lah pemasukan sedikit mah. Tapi itu semua jatoh ke ganja, harga ganja makin mahal bung! Makin susah pula dicarinya. Kalo dulu beli dua puluh ribu bisa sisa sampe 4 hari, sekarang beli lima puluh ribu Cuma buat 2 hari. Itupun kalo lagi beruntung, kalo lagi apes, beli gocap (lima puluh ribu) Cuma tuk sehari. Belum lagi untuk alcohol. Ini nih yang bikin pengeluaran gua akhir-akhir ini membengkak. Sumpah, gua pingin banget berenti minum alkohol, tapi ko ga bisa yah?
Kembali ke soal pemasukan. Gua nganggur, tapi punya banyak kemauan. Kebisaan gua juga ada sih beberapa, dan sedikit dari beberapa nya itu lumayan layak jual ko. Yang jadi masalah adalah kemalesan gua. Skil nyablon (kaos, sticker, undangan, kartu nama, akrilik, kertas)ditambah sedikit pengetahuan tentang computer gua pastiin punya. Tapi mana hasil dari semua itu? Ga ada! Nol!! Usaha sablon gua stuck, total malah. Skill sablon gua ga nambah. Dulu sempet punya niat buka kios sablon.. dimulai dari kecil banget. Modal awal Cuma 300 ribu + skill dan alat beserta perlengkapan sablon. Niat punya niat sih mau merintis dari kecil. Modal awal bisa dapet 2 lusin kaos polos, gua bikin desain, cetak, terus jual di emperan. Ga sampe seminggu abis sih emang tuh kaos dagangan, tapi hasilnya ga tau kemana, modal ga ada, untung juga ga tau kemana. Pokoknya uang hasil penjualan ga jelas. Keliatan banget kan kalo gua tuh ga bisa nge-menej nya!. Ok, modal abis, usaha dagang baju selesai. Mungkin karma berada di jalanan, pengeluaran gua jadi membengkak. Jualan sambil nongkrong gitu lo, kalo lagi pada ngumpul pasti mabuk-mabukan.. abis ga jelas tuh uang!.
Gua putusin untuk berenti aja dagang di emperan. Dalam hati mikir, mending jaga rental computer aja kaya dulu. Kebetulan ada yang nawarin. Pas banget lagi, si bos nya ngasih gua kunci toko. Gua disuruh tidur di rental. Gua setujuin walaupun komisinya kecil (digaji berdasarkan pemasukan), karna gua punya niat sekalian nempel plang usaha sablon. Jadi kan orang kalo mau nyablon tinggal datang aja ke rental itu. Karna emang untuk usaha adalah tempat bukan, yang paling mahal. Jadi aji mumpung lah. Belum kepasang tuh plang gua udah keburu dipecat. Dan tau berapa lama gua kerja di rental itu? 2 minggu. Sebab musabab gua kena pecat adalah karna gua tutup rental setiap hari minggu! Ga logis banget kan. Si Bos Kapitalis itu berpikiran bahwa hari minggu adalah hari rame, sedangkan pikiran gua adalah, gua butuh hari libur! Gua minta hari lain g dikasih, ya udah mendingan selesai, komisi gede ngga, otak bisa meledak!.
Sekarang begini, komisi gua tuh di rental itu kecil, masa iyah gua harus bertahan dengan uang kurang dari tujuh puluh ribu rupiah dalam satu minggu. Ngga lah! Gua juga butuh refreshing! Kalo setiap hari gua harus berkutat sama kerjaan terus, gua kasian sama otak gua! Mending rame tuh rental, bebrapa kali gua nemuin hari tanpa satu pun konsumen yang datang. Jadi tanpa penyesalan apapun gua terima pemecatan dari si bos kapitalis itu.
Mungkin itu kerjaan resmi terakhir yang gua lakonin. Asal tau aja, dulu gua juga jaga rental, 5 apa 6 tahun yang lalu gitu. Di situ juga tempat gua kenal sama yang namanya computer. Nama rentalnya “CV.GP�, nama bos nya Iwenk, sekretarisnya Teh Nisa (cantik banget lo) sama satu pegawai, namanya Cucun. Waktu itu gua masih umuran smp lah kelas 3-an, tapi udah Bengal. Udah ga sekolah pula. Tuh rental tadinya tempat nongkrong, semacam warung juice lah. Karna temen gua yang punya, gua jadi sering tidur di tuh warung (waktu itu gua jarang pulang). Sampe akhirnya tuh warung jadi rental gua masih ada di situ. Karna mungkin gua udah dianggep penghuni (walaupun liar), gua masih diizinin tidur di tuh warung yang udah berubah jadi rental.
Sedikit-dikit gua dikasih tau apa itu computer sama bos Iwenk. Dari mulai word, excel, sama corel draw. Pelan-pelan gua disuruh ngehandle kerjaan ketikan si Cucun. Sampe akhirnya gua dipercaya untuk belanja hardware computer sama bos Iwenk. Bangga juga sih, dipercaya megang uang jutaan rupiah, masih SMP pula (15-an taun lah). Kenapa bukan si Cucun yang belanja? Si cucun itu sepupu nya bos Iwenk dari Sumedang, jadi ya belum kenal banget sama Jakarta, sedangkan gua, masih SMP aja udah kenal Gang Potlot!.
Dimulai dari belanja hardware, gua mulai diajarin tentang ngerakit computer sekaligus nginstal system operasi. Masih inget banget gua, pertama kali diajarin nginstal Windows 95. Bisa? Ngga pake dua kali praktek gua bisa. Dan hampir mengerti apa itu sitem operasi. Sampe disitu, tanpa pengukuhan, gua jadi tangan kanannya bos Iwenk. Kalo ada job nginstal gua yang ngehandle. Belanja Hardware gua yang ngehandle. Dan oya, tau berapa gaji gua? Ngga ada gaji tetap, selain makan setiap hari, ngeroko setiap hari, dan kadang dikasih uang untuk mabuk sama si Bos (pengertian sekali bukan bos yang satu itu). Kadang juga si Bos ngasih gua alkohol (alcohol luar pula, bos iwenk ngga suka alcohol local), Jadi walaupun tanpa gaji, gua tetep betah tinggal disana. Karna selain gua secara langsung ngeringanin beban orang tua, gua juga bisa dapet ilmu ko, mabuk juga gua jalan terus. Ada kali 9 bulan gua tinggal disana.
Sampe akhirnya gua bikin satu kesalahan. Waktu itu bos Iwenk dapet job gede, kalo ga salah ada pesenan 15 komputer deh… 2 hari sebelum hari H gua udah diingetin, kalo nanti gua bakalan diajak ke tempat yang mesen itu sekaligus untuk ngebantuin ngerakitnya. Dan apa yang gua perbuat pas hari H? malam sebelum hari H gua malah begadang nongkrong, mabuk-mabukan dan akhirnya tertidur sampe sore hari keesokan harinya!. Malu banget gua pas sadar waktu itu.. Bos Iwenk agak kecewa sama gua, itu terlihat dari mimic mukany pas ngalit gua. Gua putusin untuk pulang dulu, sekedar instropeksi buat gua.
Cuma beberapa hari gua di rumah. Mungkin karma udah kebosenan tanpa apapun yang mengisi, gua beraniin diri tuk balik lagi ke rental. Awalnya sempet canggung, tapi pas ketemu Bos Iwenk ternyata dia udah ceria lagi. Dan sempet ngomong “Kemana aja lu. Kasian tuh si Ucun sendiri!� wah… seneng banget gua waktu itu. Akhirnya dengan tekad untuk ga berbuat salah lagi gua balik lagi tinggal di rental.
Tapi itu ga bertahan lama. Cucun dapet kerjaan baru di PT.Djarum Super, Jakarta (sampe sekarang pun dia masih gawe disitu), walaupun masih tinggal di rental, Cucun udah ga bisa lagi ngerjain job-job rental. Otomatis gua sendiri, lama kelamaan bos Iwenk ngerekrut satu pegawai lagi. Dia orang asli situ (kalo gua bukan, gua Cuma nongkrong doang). Disinilah awal kemalesan gua tinggal di rental. Bulan pertama, karma mungkin masih pendekatan semua berjalan normal-normal aja. Terus juga karna urusan keuangan masih dipegang sama skretaris cantik manis (berkrudung pula). Tapi setelah teh Nisa keluar dari CV yang dikelola oleh Bos Iwenk (ssstttt, denger-denger Teh Nisa keluar karna si Bos naksir!!), keuangan rental jadi dipercaya sama gua berdua. Puh.. ternyata si pegawai baru itu terlalu cari muka. Segala macem pengeluaran dia catet. Dan gua sama sekali ga bisa megang uang rental. Untuk minta roko aja susahnya minta ampun. Gua sempet tersinggung juga waktu ditolak, alesannya ini uang rental. Peduli apa dia? Emang dia piker gua digaji kaya dia. Gua udah paling males kalo ribut soal uang. Ga pake baku hantam, gua putusin untuk balik lagi ke rumah. Minta izin sama bos Iwenk udah, dia bilang sama gua terserah. Ya akhirnya gua keluar secara resmi dengan oleh-oleh sedikit ilmu computer yang sampe sekarang terus bertambah.
Sekarang rental CV.GP udah ga ada, bos Iwenk udah married (tapi bukan sama teh nisa) dan udah cerai lagi (ada gossip, si Bos kebelit utang puluhan juta rupiah). Sekarang tuh rental jadi rental lagi, namanya Rental Komputer GT. Yang jaga in temen gua yang punya warung juice dulu, karna emang bapanya dia yang punya tuh bangunan. Sempet sih ngelamar sama si temen gua itu, tapi ditolak secaara halus banget. Untung aja gua pengertiaan. Nerima penolakan dia walaupun tanpa ada kata penolakan. Gua sadar ko reputasi gua ga bagus di tempat gua tinggal dulu.
Nah, itu mungkin sdikti cerita (sedikit..?) usaha-usaha yang pernah gua lakonin. Saat ini gua udah punya usaha baru lagi, masih berhubungan dengan computer tentunya. Moga-moga aja sukes, gua pingin punya rental computer sendiri, yang sekaligus kios sablon dan juga clothing gua nantinya!. Amin!!!

21
Jan
07

…..?

Ga sengaja nonton Republik Mimpi di Metro TV. Topik yang diomongin tentang remaja Indonesia yang berhubungah sexual di rumah ada 85% dengan usia 13 sampa 15 tahun. Wow.. fantastis, bener ga itu yah? dulu gua pernah baca, di USA sana, rata-rata umur 13 tahun udah berhubungan sexual. Di Republik Mimpi dibandinginnya sama Cina, jumlahnya hampir sama. Tapi di Indonesia faktor pendorongnya adalah karna tontonan (blue film), sedangkan di Cina adalah karna sang cowo berkata cinta mati. Weleh..weleh… dikasih gombalan perawan ilang. Kasian…! kembali ke Republik Mimpi. Kebetulan ada Gus Pur, trus ditanya komentarnya tentang hasil survey tadi. tau Gus Pur bilang apa…? “ah gampang aja.. soal fantasi sexual itu kan dari mana saja, la wong temen saya aja nonton acaranya Thukul bisa timbul fantasy sexualnya!“… ah gila.. lumayan ngakak gua. Di pikir-pikir bener juga acara yang satu itu emang sedikit nyeleneh. Itu lo… Empat Mata! host nya aja kan fenomenal, Thukul Arwana. Emang sih dunia pertelevisian lagi diramein sama acara macam itu. Hampir tiap stasiun punya, Cipika-Cipiki, Kick Andy, Om Farhan, Back to Beck… tapi Empat Mata keliatana agak nyeleneh. pikir-punya pikir, ternyata Empat Mata agak sedikit jual paha, belahan dada, pantat dan lain sebagainya yang menyebabkan jakun pria naik turun. Yang diomonginnya juga agak ga jelas, dan senjata terampuh di Empat Mata ya.. kerendahan diri sang host fenomenal itu. Ratingnya gua prediksi lumayan kenceng, soale ga jarang sekarang gua denger banyolan “ta sobek-sobek mulutmu!!’ ato “Puas..? puas…? kembali ke…? Laptop”. Mungkin maksud sang produser, pingin bikin acara macam itu tapi ngga terlalu serius, tepat juga sih untuk milih host fenomenal. Udah gitu boleh juga sih Empat Mata ngasih gadget yang wah. Laptop, PDA, gua ga ngerti, maksud nya buat lucu-lucuan atau ngasih kesan elegan? apapun jawabannya.. Thukul selalu terlihat lucu kalo lagi megang gadget gadget-nya.
Balik lagi ke republik mimpi. Di studio udah ada 2 korban selamat KM Senopati yang karam. gila dia cerita…. 5hari enam malam terapung di laut, dan ajaibnya adalah sekoci yang dia tumpangin didorong dorong sama lumba-lumba sampe akhirnya tuh sekoci nyampe ke tepian. Ajaib!. gimana yah rasanya terapung ga jelas gitu? kalo orangnya cepet nyerah, pesimisan, mungkin udah mati. (plak…. ketampar gua!)

11
Jan
07

Akhirnya……

Akhirnya… walau belum final, neh blog bisa dipublikasiin juga. Mudah-mudahan nasib nih blog bagus, bisa rajin posting, jangan kaya nasib blog-blog sebelumnya. Pokonya nih blog harus beres! Mudah-mudahan blog ini punya kualitas postingan yang bagus, punya pengunjung yang lumayan (bisa banyak saling berbagi kan jadinya).
Dan niat yang paling utama dalam blog ini adalah, memulai sebuah perjuangan untuk keyakinan tentang kedamaian.