The Da Peci Code

31 Januari 2007 at 10:16 am (Uncategorized)

{semalem cuntuk belajar scripting, eksperimen berhasil. Hasil dicairin di artikel. Nyoba kirim ke tujuan, siapa tau dipublish}

The Da peci Code
The Da Peci Code / Ben Sohib
penyunting, Mehdy Zidane
Cet.4
Jakarta, RAHAT books, 2006
326 hlm.; 17 cm

Bukunya lumayan kocak. Ga bikin ngakak sih, tapi bisa bikin senyum. Tokoh utamanya Rosid bin Mansur Bin Salim Bin Al-Gibran. Rosid yang berjiwa revolusioner (ini yang bikin gua ga salah beli), berniat manjangin rambutnya yang kribo (bukan manjangin ding, kribo) yah, disitulah awal permasalahan keberadaan Rosid di tengah keluarganya.
Sang bapa, Mansur bin Salim bin Al-Gibran ga seneng rambut Rosid yang kribo. Bukan apa-apa, marga Al-Gibran itu setiap tahun mengadakan acara kumpul keluarga, dan semuanya tuh harus make peci putih. Ngeliat rambut Rosid yang kribo, bapanya malu. Ga mungkin dia ngajak Rosid ke acara kumpul ribuan keluarga Al-Gibran itu tanpa peci. Kalo make peci, tuh peci ada jauh diatas kepala rosid. La wong rambutya kribo!!
Berbagai cara udah dikerahin supaya Rosid mau motong rambutnya. Tapi Rosid keukeuh buat manjangin rambutnya yang kaya gulali. Rosid mulai mempertanyakn keberadaan peci di atas kepala. Dari berdiskusi sama Delia[pacarnya yang lain agama], rosid sadar kalo peci tuh dipake sama 3 agama besar; yahudi, islam, dan katolik. Sebuah pertanya muncul dari benak Rosid; bagaimana awal mulanya sebuah peci di jadikan simbol agama oleh ketiga agam besar tersebut?
Sementara sang Abah nyerah dengan cara persuasif. Dengan saran temennya, Mansur bin Salim bin Al-Gibran datang ke orang pinter, gagal! ngebawa Rosid ke Ustadz muda berwibawa juga gagal, malah si Ustadz di ajak adu omong (dengan pengetahuan dari ahli sejarah).
Kejadian-kejadian tak terduga mulai berdatangan. Dari diusir dari rumah sama sang Babeh, sampe akhinya berujung pada di demonya rumah tempat kumpul kumpul Rosid sama temen-temennya diskusi di demo sama organisasi RADIKAL (Remaja Didikan Allah) yang berkoalisi sama oraganisasi FORMALIN (Forum Masyarakat Anti Ajaran Lain) karna dituduh tempat itu sebagai tempat tempat ajaran sesat.
Sayangnya, di akhir cerita Rosid memutuskan untuk motong rambutnya, dan akhir yang paling menyedihkan adalah berakhirnya hubungan Rosid dengn Delia karna perbedaan agama.

(gua suka banget sama dialog ketika Rosid sama Delia debat soal hubungan lain agama yang berujung pada berakhirnya hubungan mereka)
….
Delia :
karena iman kita berbeda, maka kita harus mengakhiri hubungan ini. itukan yang kamu mau bilang?

Rosid :
Kita harus realistis, Del.

Delia :
Apa kamu pikir cinta itu ga realistis?

Rosid :
Del, aku kasian sama kamu. jika kita meneruskan hubungan kita, mungkin kamu harus berpisah dengan orang tuamu. Apa kamu juga ga merasa kasihan sama mereka?

Delia :
Dengan mengorbankan cinta kita?

Rosid
Pagi tadi aku dinasihati …. agar memutuskan hubungan ini karena alasan perbedaan kita. Tapi demi Tuhan, aku abaikan semua nasihat itu. Aku sanggup berkorban apapun demi cinta, karena aku seorang lelaki. Tapi apakah kamu sanggup?

Delia:
Apakah berkorban demi cinta itu juga berarti aku harus mengikuti apa yang kamu ikuti, meyakini apa yang kamu yakini, dan membenarkan apa yang kamu benarkan?

Rosid;
Iya. Karena aku menginginkan kesempurnaan. Apa kamu pikir itu bisa di dapat dari perbedaan? coba, aku ingin jawabannmu dengan jujur.

Delia:
Bisa aja. Bukankah lelaki dan perempuan itu berbeda? toh mereka bsa bersatu dalam cinta?

Rosid:
Del, kamu terlalu pragmatis. Kamu nggak ngerti bahwa sesungguhnya lelaki dan perempuan itu satu.

Delia:
Aku ga ngerti apa maksudmu, Sid?

Rosid:
……… (panjang banget) Mendekatnya Adam kepada Hawa adalah untuk mencari bagian dirinya yang hilang, yaitu tukang rusuknya yang diambil untuk menciptakan Hawa. Sementara mendekatnya Hawa kepada Adam tidak lain hanyalah ingin kembali menuju tempat dirinya berasal. Berarti mereka berdua itu sesungguhnya satu>

Delia:
Kalau begitu, agama kita yang berbeda sesungguhnya satu, sama sama menyembah Tuhan yang satu, sama sama ingin mencari kesempurnaan. Lalu kenapa kita nga bisa bersatudalam cinta?

Rosid:
Bisa. Tapi masalahnya, ketika kita harus meleburkan perbedaan itu, dan mengorbankan salah satunya. Apakah kamu mau mengorbankan keyakinannmu demi cinta kita?

(delia terdiam)
…………..

Delia:
Kamu begitu berani mendobrak tradisi peci. Aku pikir kamu seorang revolusioner sejati, tapi kamu ternyata kmu seorang yang konservatif!!

——————
(di dialog itu gua lebih bersimpati sama Delia)

 

 

Iklan

Permalink 4 Komentar

Gathering milis Jasakom

29 Januari 2007 at 12:05 am (Uncategorized)

Kemarin (minggu 28 jan 07) ngadirin Gathering milis Jasakom di MP Book Point. Berangkat jam 7-an pagi (padahal gua belum tidur lo!!) nyampe ke sana jam setengah sepuluhan!. Lucunya, pas berangkat menuju ke gathering itu, di halte busway kali deres, pas gua mau masuk tuh halte, ada banner elektronik yang bertuliskan (gua ga tau awalannya apa, karna tulisannya ngerolling) “…sekitar 75%-nya adalah pengguna ganja”!! an**ng, dalam hati gua teriak; Ya, dan gua ada di 75% itu!. Awalan yang “membanggakan”, Jelas banget lagi tuh banner, tepat di tengah pandang gua!!.
Kembali ke….? Acara. Yang datang lumayan rame, ada sekitar 30-an orang plus moderatornya. S’to (yang nulis buku Seni Internet Hacking, Fedora Core4, Seni Tekhnik Hacking 1 dan 2 –baru aja dirilis, dan acara kemarin sekaligus sebagai lauchingnya) terus juga ada Mas Herianto Ruslim .CEH (Certified Ethical Hacker), ada Tom (hacker papan atas), ada Ki_lurah (hacker papan atas juga), dan yang paling mengejutkan adalah…..(suara drum) hadir nya Mas Dani Firmasyah alias xnuxer yang ngejebol situs KPU pas pemilu kemarin (itu lo, kalo sering denger berita. Pasti pernah denger berita tentang nama-nama partai yang dirubah jadi nama lucu pas perhitungan suara di pemilu 2004 lalu. Kalo belum denger baca aja disini). Dan Mas Dani sempet nyeritain pengalamannya pas lagi diperiksa sama penyidik dari polda. Apa yang mas Dani bilang? “Mereka (para penyidik) tidak mencari dimana kesalahan saya, tapi mereka memaksa saya agar saya berkata bahwa saya memang salah”. Mas Dani menyesalkan karna para penyidik yang menyidik kasusnya bukan orang-orang expert di dunia keamanan komputer, sedangkan kasusnya adalah kasus keamanan komputer kelas tinggi (buat gua). Gila ga tuh, nge-hack sampe masuk bui! Seneng juga sih, bisa gabung sama senior-senior di bidang keamanan komputer.
Acaranya ga terlampau ngasikin, tapi asik (bingung kan lo). Sayangnya gua datang sendiri, jadi lebih banyak bengongnya. Maklum masih pemula, jadi ga banyak yang bisa gua obrolin. Untungnya diadain di toko buku, jadi pas waktu bebas gua lebih banyak di dalem toko, baca-baca yang aneh. Ya… tapi mudah-mudahan aja dengan bergaul dengan para senior bisa jadi kut senior juga (amin….). Segmen yang paling gua seneng pas di bagian demo hacking dengan tekhnik Man in the Middle. Salah satu tekhnik hacking untuk mencuri password dan username (atau info apapun) dari satu komputer yang terhubung dalam satu jaringan. Jadi ati ati aja buat yang make komputer yang terhubung ke jaringan (khususnya komputer kantor dan warnet) karna bisa aja ada atau bahkan malah teman anda sendiri yang mencurinya (tentunya teman yang sudah mengusasi tekhnik ini). Bahaya banget kan, iya kalo masih dalam taraf akun e-mail ataupun FS, tapi kalo yang dicuri nya adalah akun internet banking! Bisa abis tuh saldo!.
Makanya S’to punya niat yang sangat tulus sekali dari didirikannya milis dan situs jasakom, yakni untuk mempublikasikan semua tentang keamanan komputer. Jadi alusnya bukan untuk ngajarin orang gimana caranya hacking(walapun dijelaskan step by step mengenai hacking tersebut), tapi lebih ke gimana caranya supaya tidak menjadi korban! Sungguh niatan yang tulus.
Dari gathering itu gua banyak dapet ilmu. Biarpun ga banyak yang bisa gua pahamin, karna yang diomonginnya adalah untuk kelas menengah dan tentunya expert! Tapi secara langsung ataupun tidak, gathering itu udah ngegedein niat gua untuk bersungguh sungguh di bidang keamanan komputer.

* Karna acaranya diadain di toko buku (pas ada bazzar pula), gua nyempetin beli oleh oleh buat rak buku gua. Buku yang cover dan judulnya cukup nyentrik “The da Peci Code”.

The Da peci Code

gua kira best seller, ga taunya “kemungkinan best seller”. ada-ada aja!

Permalink 4 Komentar

Kungpaw Chicken

26 Januari 2007 at 8:15 pm (Uncategorized)

Dasar payah
Sindirlah semua yang kau benci
Tentunya dengan kata-katamu sendiri
Jangan hanya berdiam diri
Berdiam diri seperti sapi
Tak pernah menyikapi
Segeralah kau atasi
Sebelum kau mendadak mati
Jika pernah merasakan sakit hati
Rasanya seperti tertusuk duri
Sekalipun temanmu sendiri
Karna kau tak pernah tau kalau kau dicurangi oleh temanmu sendiri
……..
(-Ini Lagu Pembelaan- Kungpaw Chicken)

Pernah denger lagu itu? Tajem kan, itulah kenapa gua suka sama hip-hop sama rap (RnB ngga!). Liriknya itu lo. Tajem-tajem, walaupun pertama kali denger lagu kungpaw Chicken yang judulnya “Lagu Gituan” sama “Alit Da Baong” gua mikir nih band gila juga, semua lagunya tuh gua piker berbau seks, coba deh analisa sepenggal lirik dari lagu “Lagu Gituan” punya kungpaw chicken juga.
…..
Udah ga kuat nahan pengen gitu-gituan
Ayo cepet masukin, tapi pake pengaman
Semenjak dulu hingga sekarang ini udah banyak kerjaan yang pernah kualami
Dari cleaning service, jadi waitres, jadi kenek, jadi brengsek karna dari kecil udah mengenal seks
Sungguh terdidik dari bacaan bacaan yang vulgar
Dari lipstick dan eksotika sambil ngumpet di kamar
ortu sempet negor karna bicara ku kotor
gara gara kubertanya “pa, apakah itu vibrator?”
(jump)
Senengnya kalo udah main ke tempat kos-kosan
Tempat yang cocok kalo kamu mau gituan
Kalo balik dugem mau check in kemahalan
Karna lagi mabok lupa pake pengaman
Kalo mau gituan harus pemanasan
Sambil berciuman raba kiri raba kanan “eh iya, yah. ko yang kiri dan yang kanan itu berbeda”
Aku pun semakin gila, horny sampe ke ubun ubun kepala.
…..
(-Lagu Gituan- Kungpaw Chicken)

Vulgar banget kan,. Terkesan ngajarin malah. Belum lagi kalo denger “Alit da Baong”, yang masih kecil udah bisa ejakulasi dini. Kayanya nih band Cuma ngomongin selangkangan doang. Tapi pikiran itu berubah setelah gua dapet satu album-nya lengkap Dan setelah gua denger “Ini Pembelaan”-nya, gua acungin seribu jempol buat Kungpaw Chicken.

….
Mungkin ada teman-teman yang menyikapi lagu ku ini
Mungkin ada teman-teman yang merasa tersindir dengan lagu ku ini
Mungkin ada teman-teman yang terhina dengan lagu ku ini
Mungkin ada teman-teman yang merasa dirugikan dengan lagu ku ini
Persetan dengan kalian! Ini bukan lagu tema bulanan
Kau pikir gampang hidup dengan satu tekanan
Ini bukan satu misi radio atau propaganda komersil audio
Tapi ini suatu ungkapan
Yang merasa ingin nyaman, tolonglah dengarkan
Memang benar isi semua lagu di album ini berbau seks
Bima, Sempen, adi dan dj adalah orang yang brengsek
Tetapi kamu tidak pernah menyadari
Pedidikan orang tua bacaan dan televisi semuanya telah ditelanjangi
But why man say, sex is good, sex is funny
Many people fuckem money, fuckem self for fuckem money
Ku tetap memaki sambil kubernyanyi
Lirik semakin parah ku takkan menyerah!
…..
(-Ini Pembelaan- Kungpaw Chicken)

Setelah gua denger bait itu, langsung gua tetepin kalo Kungpaw Chicken adalah bukan band kacangan. Mereka (kungpaw Chicken), bener bener nyeritain apa yang mereka alami, dan mereka liat tanpa mikirin sisi komersial. Liriknya berkualitas dan ga ada kesan asal-asalan. Semua itu dituangin dalam irama hip-hop. Satu irama yang lahir di jalanan, efek samping dari sistem apartheid yang dulu berkuasa di belahan Eropa.

Permalink 6 Komentar