Internet Seharusya Memang Gratis

7 Oktober 2010 at 9:01 am (opini)

Saya ingat, wacana Rt/Rw net sudah ada dalam benak saya dari tahun 2006-2007. Berawal dari membaca beberapa artikel Bapak Onno W Purbo dengan ulasan yang berhubungan dengan perjuangan memasyarakatkan internet, sekaligus memurahkannya. Akhirnya saya juga tergerak untuk mengaplikasikan ide tersebut ke dalam lingkungan saya (Perumahan Angkasa Pura 2).

Bagi saya pribadi, internet masuk ke dalam kebutuhan primer setelah sandang pangan dan papan. Internet telah memberikan apa yang saya tidak temukan di lingkungan belajar formal. Tapi saya tetap bisa belajar, dan alhamdullilah sampai saat ini semua itu ada hasilnya (walau masih terbatas). Dari internet juga saya banyak bersosialisasi dengan banyak orang. Dari sekedar chatting sampai kopi darat dengan beberapa komunitas ataupun perorangan, baik itu untuk hal yang serius ataupun sekedar silaturahmi. Dan intinya adalah, internet telah memberikan banyak ilmu buat saya secara gratis, baik langsung ataupun tidak.

Dengan melihat perkembangan teknologi informasi -khususnya dalam teknologi internet, internet telah menjadi sumber informasi yang tidak terhingga. Contohnya, apabila kita hendak membeli handphone, di internet kita bisa mericek harga handphone tersebut di pasaran, sampai mencari detil dari produk tersebut. Atau bahkan untuk memonitor kondisi rumah dari jarak jauh dengan kolaborasi sistem cctv yang saat ini sudah banyak dipasaran. Atau bahkan untuk memulai bisnis kecil-kecilan dan tidak sedikit orang yang telah sukses berbisnis lewat internet. Bisninya berkembang karena internet. Internet jelas telah membuat hidup ini menjadi lebih praktis. Hampir semua informasi dapat ditemukan, apalagi kalau hanya untuk sekedar sillaturahmi. Dengan banyaknya jejering sosial, dengan mudahnya kita saling bertegur sapa dan berbagi informasi.

Tanpa banyak ulasan lagi, saya pikir internet memang harus dengan mudah didapat dengan harga yang semurah-murahnya. Sayangnya, saat ini harga internet yang ada masih dikuasai oleh korporasi raksasa yang memang dapat dengan mudah membangun infrastruktur secara luas. Tapi kualitas dan harga yang ditawarkan para korporsai itu sangat tidak seimbang kalau hanya untuk penggunaan rumahan. Rata-rata harga yang ditawarkan oleh para provider kelas kakap itu diatas dua ratus ribu. Toh kecepatan yang didapat hanya sebagian kecil yang digunakan.

Angkasanet hadir untuk menjawab tantangan bagaimana menginternetkan masyarakat dan memasyarakatkan internet sekaligus memberikan solusi dalam masyarakat tentang bagaimana memaksimalkan kecanggihan teknologi yang ada sekarang ini dengan harga semurah-murahnya dan mampu mengemban tanggung jawab sosial khususnya di bidang teknologi informasi. Kami berharap dapat turut serta mencerdaskan kehidupan bangsa, sesuai dengan amandemen undang undang dasar 1945.

Tapi ternyata jalannya tidak selalu mulus. Berbagai kendala kami temui. Dari mulai pembangunan infrastruktur sampai pengadaan alat. Kami akui, konsep awal yang kami terapkan sangat muluk -kalau tidak mau dibilang ribet. Fokus kami awalnya adalah tidak ingin membebankan alat apapun ke customer kami. Jelas, untuk mencapai keinginan muluk tersebut, infrastruktur haruslah memadai. Tapi seperti yang sudah saya ceritakan, ada banyak kendala dalam pembangunan infrastruktur. Dan itu menjadi satu-satunya alasan kenapa proyek ini jalan ditempat hampir selama 8 bulan. Semangat kami luntur, birokrasi perizinan -baik formal ataupun tidak, sangat membebankan kami yang kian sulit mengatur waktu. Karena kami para pengelola pun bekerja secara formal, agak terlalu sulit membagi waktunya.

Sekarang semangat ini kembali hadir. Dan kami menyadari, dengan banyaknya keterbatasan kami, proyek ini tidak bisa dibangun dengan impian akan infrastruktur yang muluk. Tapi bukan berarti semangat kami untuk memurah dan mudahkan akses internet di tengan masyarakat menjadi luntur, sekuat tenaga yang ada kami akan tetap perjuangkan itu.

AngkasaNet

Tangerang

http://www.facebook.com/pages/AngkasaNet/114748465202475

(021) 5125 7414

Iklan

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar