Internet dan Jejaring Sosial

18 April 2012 at 11:47 am (opini)

Sebelumnya gua pingin cerita, sekitar dua taun lalu datang temen gua mau ngecek harddisk eksternal yang baru aja dikasih ke dia tapi ga bisa dipake alias ga kedetek di komputernya. Gua tau sebetulnya itu harddisk biasa, tapi dikasih casing dan ide to usb converter. Jadi gua bongkar dengan niat ngecek masih nyala ga tuh harddisk tanpa converter a.k.a pasang langsung ke komputer. Dan ternyata nyala berarti masalahnya ada di perangkat casingnya yang udah rusak.

Seperti biasa, kalo gua nemuin satu media penyimpanan data gua selalu sempetin cek data-datanya dulu sebelum di format. Ada banyak data ternyata disitu, dan gua sinyalir itu adalah harddisk yang ilang tanpa sengaja. Bukan harddisk yang sengaja dijual atau dibuang begitu aja karna sebagian besar data data yang ada itu menyiratkan kalau pemiliknya akan menggunakan data data itu lagi dan sebagian besar dokumennyha bersifat privat. Dari materi kuliah, foto-foto prewediing -bahkan videonya! (sempet-sempetnya gua mikir dapet video 3gp mereka pribadi :p) dan hasil scan dokumen sipil macam ktp, pasport, visa dan tetek bengek lainnya yang gua yakinin itu penting. Usut punya usut, temen gua bilang kalo dia dikasih temennya yang nemuin itu harddisk di bandara. Jadi gua putusin untuk nyari siapa pemilik harddisk tersebut.

Sebuah nama yang gua ambil dari hasil scan passport di harddsik tersebut gua ketik di Google search engine, Bingo!ga perlu lama ketemu alamat facebooknya dan foto profilnya sesuai dengan foto-foto yang ada di harddisk itu. Untuk jaga-jaga, gua bikin satu akun facebook palsu. Gua kirim message ke dia, tanya apa merasa kehilangan harddisk, dan dapet balesan

Pak Tanto,.

Betul sekali ,.. saya 1 tahun yang lalu kehilangan hard drive (120 giga), yang isinya adalah kumpulan kejadian dalam hidup saya. Dari sekolah, liburan, tunangan…. Wah saya waktu itu sampai nangis2 karena kebetulan saat saya bawa hard drive tersebut, saya mau ke membuat- kumpulan foto2 buat ditayangkan saat acara resepsi saya.

Sekarang saya sudah punya anak, sampai skrg juga masih suka mikirin,. kemana ya usb tersebut.

Saya terima kasihhhh banget, .. kalau saya bisa ambil USB Hard drive tersebut dari Pak Tanto dan kalau Pak Tanto gak keberatan, saya ingin sekali menghadiahkan Hard Drive baru untuk Pak Tanto, saya mohon Pak Tanto tidak tersinggung. Pak Tanto, lokasinya dimana ya? di Jakarta kan?

Terima kasih sebelumnya ya,.. saya amat sangat menghargaiii kejujuran dan usaha Pak Tanto sampai mencari FB saya untuk bisa menghubungi saya.

V*****e

Damn!!bener kan, itu harddisk berisi data-data penting pemiliknya! Gua pribadi sadar betapa pentingnya sebuah data digital, apalagi berupa foto, video pribadi yang ga mungkin mengulang moment itu lagi. Maka dari itu, gua bilang ke dia kalo gua bisa ngebalikin itu harddisk (bukan ngejual!) asalkan dia beliin gua harddisk baru lagi karna emang temen gua lagi butuh harddisk. Deal. Karna dia di Amerika sana, ga mungkin dia pulang. Jadi diutus lah keluarganya untuk janjian sama gua di sebuah mal di Tangerang.

Sebelum ketemu, dia bilang bakalan ngasih uang 500 ribu buat beli harddisk baru, karna dia ga ngerti harddisk. Gua bilang itu cukup, dan akhirnya harddisk itu kembali lagi ke tangan pemiliknya. Dan uang sebesar 500 ribu ada di tangan gua berdua, yang sebelumnya gua berdua sepakat untuk membagi hasil. Ga berupa uang, tetep berupa harddisk juga.

Jadi gini konsepnya, uang 500ribu itu gua beliin harddisk dengan kapasitas 500gb. Itu bakalan ngegantiin harddsik lama gua yang sebesar 250gb. Harddisk 250gb bekas gua itu, dipake sama temen gua yang dikasih harddisk yang dipulangin itu. Jadi gua berdua dapet hasil yang sama-sama 100%. Gua yang tadinya punya harddisk 250gb jadi punya yang 500gb, temen gua yang tadinya dikasih harddisk 120gb, jadi dapet harddisk yang 250gb. Sama sama dapet dua kali lipat dari sebelumnya. Adil kan? satu rasa sama rata. Begitu pun dengan si pemilik harddisk sebenernya pun kembali memiliki data-data pentingnya itu dengan harga standart. :p

Dan oh ya, kayanya pemilik harddisk sebenarnya kayanya seneng banget data-datanya bisa balik lagi ke tangannya. Beberapa hari setelah gua kasih harddisk itu ke Abangnya, dia ngirim message singkat ke gua

Pak Tanto,..

Sekali lagi terima kasih !!!

V*****e

Terlihat kan betapa gampangnya berkomunikasi dengan internet. Ditambah lagi beberapa hari yang lalu gw punya trouble dan akhirnya solved dengan bantuan dari orang Latvia. Sebuah negara yang gua ga tau ada dimana posisinya di bumi ini dan tentunya dengan bahasa yang berbeda pula, tapi jarak-waktu bahkan semenjak Google keluarin Google Translate, masalah bahasa pun bisa di atasi. Ditambah lagi selama ini gua belajar lewat internet, sebagian besar kemampuan yang gua punya itu berasal dari internet. Dari forum, blog, milis dan banyak lagi yang bisa di gali dari internet. Jelas, internet buat gua pribadi sangat amat dibutuhkan, bahkan jadi kebutuhan sekunder setelah sandang, pangan dan papan. Jadi wajar kalo baru baru ini, PBB mengusulkan bahwa internet harus menjadi hak asasi manusi. Gua sangat amat mendukung sekali hal itu, ngga harus gratis. Internet minimal harus dengan mudah didapat semurah-murahnya. Negara bertanggungjawab akan hal itu, dan kalo negara ga mampu ngasih… Masyarakat sendirilah yang harus mewujudkannya.

Internet udah jelas sangat amat membantu memudahkan hidup ini. Ditambah lagi dengan tenarnya jejaring sosial yang diawali dengan Friendster (yang kemungkinan besar sekarang sudah bangkrut :p). Gua sadar, sebelum tenarnya jejaring sosial gua adalah seorang blogger. Tulisan ini pun harusnya ada di blog gua, tapi sayang itu blog domainnya udah expired dan semenjak kerja formal, gua kaya ga punya waktu lagi untuk ngurusin tetek bengek per blog’an. Padahal ada banyak temen virtual yang gua punya dari blog itu. Dari MpokB, ChainLoader a.k.a Kapten Kingkong, dan beberapa lagi. Karna blog itu kalo chatting sama mereka, seakan-akan gua ngobrol sama temen yang udah kenal lama. Bahkan beberapa temen virtual gua itu ada ibu-ibu beranak 3 yang kadang suka nyeramahin gua untuk berenti mabok lah, kerja yang rajin lah.. Dari mana dia tau gua pemabuk? ya dari blog gua itu. Dari tulisan-tulisan yang ada sana, mereka kenal siapa gua walau belum pernah ketemu secara langsung. Bahkan, menurut gua beberapa pengunjung setia blog gua itu lebih kenal gua ketimbang nyokap gua ngenalin siapa gua sekarang ini. Karna di blog itu kurang lebih nya gua jujur ngungkapin apa yang gua rasa, apa yang  gua pingin, apa yang gua bagi, dlsb. Secara pribadi, gua emang lebih memilijh tulisan ketimbang lisan sebagai media penyampaian maksud.:)

Yaps, dan sekarang udah era Facebook. Sebuah konsep yang dibuat Mark Zuckerberg untuk digitalisasi kehidupan personal seseorang. Untuk berbagi mood lewat rangkaian huruf, berbagi foto, berbagi video dan berbagi apapun yang kita anggap penting atau minimal, layak dibagikan.

Buat gua pribadi, apa yang kita share (baik itu status, video atau foto bahkan sekedar link url) itu kaya kita berpenampilan. Pandangan pertama yang orang liat dikenyataan adalah penampilan, yang kebetulan gua bukanlah seorang fashionista, lebih tepatnya gembelnista. Ga jarang kalo gua naik umum, beberapa penumpang perempuan langsung ngepit tasnya seakan-akan gua adalah copet karna mereka ngeliat penampilan  gua yang cenderung gembel dan didukung pula dengan keadaan muka :(.

Jujur. gua ga terganggu dengan hal itu, selama ga dituduh secara langsung blak-blakn sebagai copet cuma karna secara penampilan dan muka gua terlihat sebagai gembelnista. Toh emang gua bener bukan copet dan gua yakin di luar sana ada banyak copet yang jauh lebih ganteng, gagah dari gua dan secara penampilan ngga cocok sebagai copet tapi sebenernya copet. So, dont judge the book from the cover. 🙂 (anyway, ko kedengeran kaya lagi curhat yah?? bodo. Anggap aja curcol, hak ekslusif sang penulis :p)

jadi ya menurut gua, dinding jejaring sosial lo itu baik facebook, twitter, forum, milis, atau apapun itu adalah penampilan lo di internet. Miminal, kisi-kisi tentang siapa kita bisa diliat dari apa yang kita bagikan, baik itu status, foto/video, atau sekedar artikel. Selayaknya kita berpenampilan di alam nyata, ga mungkin gua pake kaos bergambar boybanci, seengga mungkin gua mesra-mesraan sama pacar gua lewat wall facebook yang terbuka untuk public. Karna, menurut gua kalo mesra-mesraan sama pacar di dinding facebook yang terbuka untuk public, itu serasa mesra-mesraan di tempat umum dan didenger orang. “Cyangku, aku cinta kamu banget..” dan dibales “Mmuuaachh,. iya cayangku aku pun cinta banget sama kamu”.. di bales lagi “MMuauacccchh.. cinta10000x..” dan terus berhari hari.. dan berenti ketika statusnya yang tadinya menikah dengan pacarnya (padahal masih pacaran!) berganti jadi compilicated :p… buat beberapa orang mungkin itu bukan masalah, tapi agak sedikit menjijikan buat gua. Sebagaimana gua tidak mempersalahkan berpenampilan sebagai seorang gembelnista, tapi penampilan gua itu mungkin menjijikan buat orang lain. 😀

Tapi…. walau penampilan adalah point pertama yang diliat, tapi itu bukan point pentingnya. Point pentingnya ada di dalam diri kita ketika seseorang ingin menjalin hubungan apapun, baik itu sekedar teman atau bisnis. Ga perduli apapun penamilan kita, tapi attitude kita terhadap orang itu lah yang akan dia nilai. Sebagaimana kita kerja, bukan masalah ganteng atau cantik, yang penting kerjaan tuntas bos seneng. Sebagaimana kita berpacaran, bukan masalah punya banyak uang atau engga, yang penting ada usahanya (kalo yang ini sih penglaman pribadi :p). Nape jadi ngomongin masalah psikologis kaya gini? :p

Initnya adalah, internet diciptakan untuk memudahkan hidup kita. dan jejaring sosial memudahkan kita dalam berinteraksi sesama manusia. Jangan sekali-kali sakiti kebebasan dalam internet.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: